Selasa, 02 Agustus 2022

WHERE IS THE END OF THIS FEET STORY

 Chapter I

No Time To Cry

31 Agustus 2022

"Ana !"

"Ana !, Ana injek remmm" tiba-tiba suara seorang wanita memecah lamunan, bisa-bisanya mata saya terpaku hanya pada daun yang melingkari tulisan nama sebuah toko. Dan didepan sudah berdiri saja dengan pasrah seorang pedagang entah apa yang dijualnya sambil mendorong gerobaknya.

"Astagfirulloh, iya bu. Tadı Ana liat itu emmm, itu yang dipinggir...." Untung saja jarak masih jauh dan saya sempat menginjak rem walaupun orang-orang dimobil yang saya kendarai pada kaget dan tiba-tiba saja lidah ini kaku untuk jelaskan apa yang terjadi tadi.

"Kamu melamun nak, udah Ibu saja yang nyetir" saya ditawarkan bantuan.

"Udah ga apa-apa bu, biar Ana aja yang nyetir" Anak mana yang tega membiarkan orangtua nyetir sedangkan kita yang masih segar bugar hanya duduk manis sambil menikmati perjalanan.

"Fokus nak, sudah jangan dipikirkan. Ibu tau ini berat tapi kita healing aja dan ................................." entahlah apa kelanjutan kalimat  tersebut karena sesekali pikiran ini travelling ke hal lain. Bahaya, tidak untuk diikuti.

Bersambung..........



Time Capsule !

     Serasa pulang kerumah yang terakhir disinggahi lebih dari 5 tahun lalu. Banyak kebodohan yang tidak sengaja merusak rumah ini, seperti tidak sengaja menghapus folder foto yang dulu lupa bagaimana cerita lengkapnya bisa sampai kehapus dan alhasil ga ada satupun foto yang tersisa diblog ini, hahaha. Yasudahlah, tidak bisa memutar waktu yang hilang biarlah menghilang kalaupun bisa kembali anggaplah masih rezeki. (apaan sih, :lol).     

Sekarang selamat datang kembali rumahku, tempat mengexpresikan apapun yang ingin diexpresikan. Belajar kembali menulis, mungkin bisa jadi tulisan-tulisan kali ini akan berbeda dengan dulu saat masih dalam fase alay. Menulis dengan membawa misi memberikan inspirasi, hikmah ataupun hiburan semata. Blog ini berisi kerandoman yang tidak rapi dan berkonsep maksimal. Tapi tidak apa-apalah ya, tinggal klik tanda silang dipojok atas, beres deh.

Hal-hal dibawah ini bersifat penting dan perlu diperhatikan, yaitu:

1. Hindari mencari tahu siapa penulis

2. Jika sudah tahu siapa, tulisan disini tidak untuk disebarluaskan

3. Saya sedang kembali belajar menulis, mudah-mudahan tulisan kali ini bukan hanya sekedar cerita biasa tapi bisa dipetik juga hikmahnya.

4. Tulisan berikutnya diadaptasi dari kisah-kisah nyata yang dapat kita petik dijadikan pelajaran

5. Tidak penting mengetahui siapa, kapan, dimana dan bagaimana real life dari tokoh-tokoh dalam tulisan disini.

6. Pembaca hanya perlu membaca, menikmati cerita dan memetik hikmahnya. Sudah selesai.


Regards,

aiuiaiwani