Minggu, 03 Februari 2013

Kayaknya Ga Bisa (part 1)


kawasan Bromo
 Pare,,  sebuah kampung kecil istimewa yang terletak di Tulungrejo Kediri. Keistimewaan ini bukan hanya karena disini adalah tempat yang efektif untuk belajar bahasa inggris tapi karena disini saya menemukan seseorang yang saya sukai. Ya, I am falling in love here.

Cerita ini dimulai ketika saya bergabung dengan kelas disalah satu lembaga kursus yang terletak dijalan Brawijaya. Pertemuan pertama kelas ini ialah perkenalan dari setiap siswa. Saya berusaha menyimak satu per satu nama mereka soalnya ga mudah buat saya mengingat sebuah nama.. First impression kelas ini lumayan menyenangkan, anak-anaknya asik mungkin karena didominasi mahasiswa yang emang udah dasarnya pada gokil kali ya. Saat itu saya melihat seorang laki-laki dengan tinggi badan kurang lebih 175 cm dan rambut pendek agak ikal. Dia duduk dengan kaki kiri menopang kaki kanan, cara duduk laki-laki pada umumnya. Dia berbicara dengan dialek yang agak asing buat saya, entahlah siapa dia.

Keesokan harinya, materi belajarnya adalah debat. Saya satu kelompok dengannya dan otomatis saya jadi tahu namanya ketika salah satu teman memanggil Adi kepadanya. I saw his smile, it’s so cute. Saya ga sabar buat cepet-cepet ngelewatin hari itu karena besoknya saya akan pergi ke Bromo dengan rombongan les dan teman-teman secamp pada ikut, saya yakin dibromo akan sangat menyenangkan.

Sabtu, 12 Januari 2013
Waktu udah nunjukin jam 10.00 pm dan kami udah siap buat berangkat. Tapi ga ada satupun panitia yang ngasih tau tentang keadaan saat itu. Kami mutusin buat nunggu di kamar dan berharap ada panitia yang datang buat ngasi tau kalau mobilnya sudah datang. 11.30 pm seharusnya saat itu kami sudah berangkat tapi sayangnya belum. Kami sudah pasrah kalaupun pada akhirnya acara ke Bromo batal, kami mulai bosan sampai akhirnya semua tertidur. Tepat pukul 11.00 pm pintu kamar kami diketuk dan seorang tentor memberitahu agar segera bersiap karena mobil sudah datang. Sambil terkantuk kamipun beranjak keluar kamar menuju depan office untuk naik mobil. Saat itu kami naik elf dan syukurlah elfnya ber ac. Eh tapi ko itu elf nya dua, tapi ya sudahlah saatnya melanjutkan tidur.

Minggu, 13 Januari 2013
“Oke semuanya bangun kita sudah sampai. Diluar sangat dingin, pakai jaket dan sarung tangannya, jangan lupa penutup kepala dan maskernya. Yang mau ke toilet silahkan sekarang karena kita akan ganti mobil buat ke puncak Bromonya.” Instruksi dari tentor itulah yang berhasil mengembalikan kami dari dunia tidur.
Ketika turun dari mobil udara dingin tiba-tiba menusuk. Saya langsung memakai beberapa rangkap baju dan jaket serta alat tempur lainnya seperti kupluk, masker dan sarung tangan. Setelah itu, kami pun naik kedalam mobil bak menuju ke puncak Bromo. Dengan udara yang sangat dingin dan jalan yang berkelok tajam membuat perut ini terasa ada yang mengocok,mual ngantuk dingin semua menjadi satu entah rasa apa itu namanya.

Setelah beberapa menit kami tiba di View Point Bromo, udara dingin semakin menjadi. Kami memutuskan untuk menyewa mantel. Setelah semua dirasa cukup nyaman kami berjalan menuju lokasi untuk melihat sunrise. kami harus menaiki anak tangga, saat itu karena saya masih sedikit mual saya berjalan agak melambat dan teman-teman yang lain ga tau pada dimana.

“Ara” Tiba-tiba saja ada laki-laki yang berjalan tepat di sebelah kiri  memanggil nama saya sambil tersenyum. Dan otomatis saya menoleh ke arahnya.

“hey.. Adi..” dengan sedikit terperanjat saya mengenalinya.


--bersambung--

Ara
:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar