Pare,, sebuah kampung
kecil istimewa yang terletak di Tulungrejo Kediri. Keistimewaan ini bukan hanya
karena disini adalah tempat yang efektif untuk belajar bahasa inggris tapi
karena disini saya menemukan seseorang yang saya sukai. Ya, I am falling in love
here.
Cerita ini dimulai ketika saya bergabung dengan kelas disalah satu lembaga kursus yang terletak dijalan Brawijaya. Pertemuan
pertama kelas ini ialah perkenalan dari setiap siswa. Saya berusaha menyimak
satu per satu nama mereka soalnya ga mudah buat saya mengingat sebuah nama.. First impression kelas ini lumayan
menyenangkan, anak-anaknya asik mungkin karena didominasi mahasiswa yang emang
udah dasarnya pada gokil kali ya. Saat itu saya melihat seorang laki-laki
dengan tinggi badan kurang lebih 175 cm dan rambut pendek agak ikal. Dia duduk
dengan kaki kiri menopang kaki kanan, cara duduk laki-laki pada umumnya. Dia berbicara
dengan dialek yang agak asing buat saya, entahlah siapa dia.
Keesokan harinya, materi belajarnya
adalah debat. Saya satu kelompok dengannya dan otomatis saya jadi tahu namanya
ketika salah satu teman memanggil Adi kepadanya. I saw his smile, it’s so cute.
Saya ga sabar buat cepet-cepet ngelewatin hari itu karena besoknya saya akan
pergi ke Bromo dengan rombongan les dan teman-teman secamp pada ikut, saya
yakin dibromo akan sangat menyenangkan.
Sabtu, 12 Januari 2013
Waktu udah nunjukin jam 10.00 pm
dan kami udah siap buat berangkat. Tapi ga ada satupun panitia yang ngasih tau
tentang keadaan saat itu. Kami mutusin buat nunggu di kamar dan berharap ada
panitia yang datang buat ngasi tau kalau mobilnya sudah datang. 11.30 pm
seharusnya saat itu kami sudah berangkat tapi sayangnya belum. Kami sudah pasrah
kalaupun pada akhirnya acara ke Bromo batal, kami mulai bosan sampai akhirnya
semua tertidur. Tepat pukul 11.00 pm pintu kamar kami diketuk dan seorang
tentor memberitahu agar segera bersiap karena mobil sudah datang. Sambil
terkantuk kamipun beranjak keluar kamar menuju depan office untuk naik mobil.
Saat itu kami naik elf dan syukurlah elfnya ber ac. Eh tapi ko itu elf nya dua,
tapi ya sudahlah saatnya melanjutkan tidur.
Minggu, 13 Januari 2013
“Oke semuanya bangun kita sudah
sampai. Diluar sangat dingin, pakai jaket dan sarung tangannya, jangan lupa
penutup kepala dan maskernya. Yang mau ke toilet silahkan sekarang karena kita
akan ganti mobil buat ke puncak Bromonya.” Instruksi dari tentor itulah yang
berhasil mengembalikan kami dari dunia tidur.
Ketika turun dari mobil udara
dingin tiba-tiba menusuk. Saya langsung memakai beberapa rangkap baju dan jaket
serta alat tempur lainnya seperti kupluk, masker dan sarung tangan. Setelah
itu, kami pun naik kedalam mobil bak menuju ke puncak Bromo. Dengan udara yang
sangat dingin dan jalan yang berkelok tajam membuat perut ini terasa ada yang
mengocok,mual ngantuk dingin semua menjadi satu entah rasa apa itu namanya.
Setelah beberapa menit kami tiba
di View Point Bromo, udara dingin semakin menjadi. Kami memutuskan untuk
menyewa mantel. Setelah semua dirasa cukup nyaman kami berjalan menuju lokasi
untuk melihat sunrise. kami harus
menaiki anak tangga, saat itu karena saya masih sedikit mual saya berjalan agak
melambat dan teman-teman yang lain ga tau pada dimana.
“Ara” Tiba-tiba saja ada laki-laki
yang berjalan tepat di sebelah kiri memanggil nama saya sambil tersenyum.
Dan otomatis saya menoleh ke arahnya.
“hey.. Adi..” dengan sedikit
terperanjat saya mengenalinya.
--bersambung--
Ara
:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar